Pemilik Pininfarina Battista Gratis Cas Baterai Selama 5 Tahun
Pemilik hypercar elektrik Pininfarina Battista tidak perlu pusing permasalahan pengisian baterei. Ini dapat terwujud karena kerja sama juga dengan ChargePoint, perusahaan penyuplai stasiun pengisian energi listrik untuk kendaraan listrik.
ChargePoint satu diantara penyuplai charging station paling besar di dunia, jaringannya mencakup 115 ribu titik pengisian energi listrik di Amerka Serikat serta Eropa ditambahkan lagi 133 ribu stasiun yang lain yang terpadu dengan jaringan penyuplai dari perusahaan lain. Pemilik Battista tidak perlu ribet cari pengisian energi batereinya.
Memakai metode pengisian daya ChargePoint 180 kilowatt DC, pemilik Pininfarina Battista bisa isi baterei memiliki 120 kWh kepunyaannya dari situasi 10% sampai 80% cuman dalam 25 menit saja. Pininfarina mengakui mobil ini sanggup berjalan sepanjang lebih kurang 500 km. Sudah pasti jika pengemudinya betul-betul pengin nikmati akar mengemudi sebenarnya dari Pininfarina Battista, jangan berharap dapat sampai 500 km jarak tempuhnya.
Bagaimana tidak, siapa yang tidak tertarik untuk nikmati tenaga sejumlah 1.900 ponsel dengan torsi pucuk 2.300 Nm punya hypercar ini. Bahkan juga akselerasi 0-100 kpj diklaim bisa lebih cepat dari mobil Formulasi 1 sekarang ini, di bawah 2 detik saja. Luar biasanya, itu semuanya dibungkus dalam paket tehnologi tiada emisi.
Patut jika mobil ini mengemban nama Battista yang disebut nama dari pendiri sekalian pemilik dari Pininfarina. Battista Farina membangun rumah design Pinin Farina di 1930 selaku perusahaan karoseri untuk kendaraan konstruksi serta mobil penumpang. Semenjak waktu itu banyak produsen mobil yang memakai layanan firma design Pininfarina untuk bikin bentuk mobilnya. Tidak bermain-main, produsen mobil seperti Ferrari serta Maserati berlangganan tetapnya.
bandar sabung ayam terpercaya artikel game sabung ayam online Dibalik jubah Pininfarina Battista, sebenarnya bersembunyi jantung picu elektris hasil kreasi Rimac Automobili, produsen mobil listrik asal Kroasia yang 15,5% sahamnya dipunyai oleh Porsche. Hypercar ini mempunyai 4 motor elektris yang gerakkan ke-4 rodanya. Memberikan dukungan perform itu, ke-4 rodanya dibalut ban Pirelli P Zero Corsa yang mencekram aspal.
Susunan kerangka mobil ini dibuat dari material carbon fibre. Tetapi beberpa sisi yang riskan bentrokan dibikin bermaterial alumunium untuk pelindungan yang lebih bagus untuk penghuni kabinnya. Nah design serta topik warna sisi dalam kabinnya itu dapat dibikin sama pesanan. Karena itu tidak lebih dari 150 unit Pininfarina Battista yang dibikin manual oleh tangan-tangan trampil insinyur Pininfarina di Turin, basis mereka di Italia.
Yakin atau mungkin tidak, sentuhan magic kandang Pininfarina itu sudah berperan dalam melahirkan beberapa supercar paling cantik di dunia akhir-akhir ini. Mereka ialah, Bugatto Veyron serta Chiron, Ferrari Sergio Lamborghini Urus, McLaren P1, Mercedes AMG Project-One, Pagani Zonda serta Porsche Mission E. Belum juga banyak mobil classic yang punyai nilai tidak terhingga sampai sekarang.
Pininfarina sekarang benar-benar tidak akan sama juga dengan awalnya. Dia sudah diambil oleh produsen mobil asal India, Mahindra untuk 2015. Namanya juga dirubah dari Pininfarina SpA jadi Automobili Pininfarina GmbH. Kantor pusatnya saat ini berada di Munich, Jerman. Walau demikian, semangat Battista selaku pendiri Pininfarina pertama kali tidak sempat terlepas. Desain diector Pininfarina masih digenggam orang Italia, Luca Bogogno.
Pininfarina saat ini dipegang oleh Michael Perschke, bekas bos Audi di India. Bahkan juga untuk membuat mobil ini, Pininfarina ikut membawa serta rider Formulasi E, Nick Heidfeld serta beberapa rider lain seperti Peter Tutzer serta Rene Wollmann.
